Manila (KABARIN) - Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menekankan pentingnya masyarakat mengambil hikmah dari sejarah bangsa sebagai fondasi dalam membangun negara saat ini dan masa depan.
Hal itu disampaikan Marcos dalam pidato Perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan di Quirino Grandstand, Manila, Jumat. Ia mengajak rakyat Filipina untuk memperkuat persatuan demi menjaga kemerdekaan dan kedaulatan di tengah berbagai tantangan modern.
“Sejarah Filipina mengajarkan kita bahwa kemerdekaan hanya dapat dicapai melalui persatuan, bahwa para pemimpin sejati mengorbankan kepentingan pribadi bagi kebaikan bangsa, dan bahwa kemerdekaan harus terus dirawat,” kata Marcos.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut penting untuk menghadapi berbagai persoalan seperti korupsi, kemiskinan, ketidakpastian global, hingga perubahan iklim.
Marcos juga menyampaikan keyakinannya terhadap ketahanan dan semangat masyarakat Filipina dalam menghadapi bencana maupun kesulitan.
“Seiring waktu, Filipina telah menunjukkan kemampuan untuk bangkit membela yang benar, untuk mengasihi satu sama lain, dan bangkit di tengah kesulitan,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Marcos turut mengajak masyarakat untuk terus mencintai negara, berjuang secara sehat, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
“Jika kita tetap menjaga filosofi tersebut, kita dapat memastikan generasi masa depan dapat menjaga negara yang kuat, adil, dan makmur,” katanya.
Rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-128 Filipina juga diisi dengan upacara di Monumen Nasional Rizal di Manila, termasuk pengibaran bendera dan peletakan karangan bunga untuk menghormati pahlawan nasional Dr. Jose Rizal serta para pejuang kemerdekaan.
Selain itu, Angkatan Bersenjata Filipina menggelar pengibaran bendera serentak di berbagai wilayah, termasuk di Markas Besar Angkatan Darat di Fort Bonifacio, sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan bangsa.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026